PPP Tak Capai PT 4 Persen, Ketua PDI Perjuangan NTB Melenggang ke Senayan -->

PPP Tak Capai PT 4 Persen, Ketua PDI Perjuangan NTB Melenggang ke Senayan

Rabu, 20 Maret 2024, Rabu, Maret 20, 2024

FOTO. H. Rachmat Hidayat bersama Ketua DPP Puan Maharani
















MATARAM, BL - Kendati Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengunci peringkat keempat dengan 173.716 suara di Pemilu 2024, sehingga meraih satu kursi dari delapan alokasi Dapil NTB II Pulau Lombok. 


Namun posisi pemilik suara terbanyak, yakni Ermalena dengan 52.747 suara untuk lolos ke Senayan, nampaknya bakal belum tenang. 


Itu menyusul PPP terancam gagal lolos ke Senayan karena belum berhasil melampaui ambang batas parlemen/parliamentary threshold (PT) 4 persen pada Pemilu Legislatif DPR RI 2024.


Pantauan wartawan dari hasil rekapitulasi tingkat nasional yang dilakukan KPU RI terhadap 36 provinsi hingga Rabu (20/3) siang. 


Dari hasil itu, PPP mengoleksi 5.761.181 suara dari total 82 daerah pemilihan (dapil). Di mana, jika dibandingkan dengan jumlah suara sah Pileg DPR RI 2024 di 36 provinsi yang mencapai 150.034.514 suara, maka, PPP cuma mengantongi 3,84 persen suara. 


Mengacu pada Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, partai politik yang gagal meraup sedikitnya 4 persen suara sah nasional tidak dapat mengonversi suaranya menjadi kursi di Senayan. 


Namun begitu, masih ada dua provinsi yang belum dilaksanakan rekapitulasi tingkat nasional, yaitu Papua dan Papua Pegunungan. Masing-masing wilayah itu hanya memiliki 1 daerah pemilihan (dapil). 


Di Papua, ada 727.835 pemilih yang terdaftar di dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), sementara itu DPT Papua Pegunungan sebanyak 1.306.414 pemilih. 


Di luar itu, perolehan suara ini belum final. KPU RI dijadwalkan menetapkan perolehan suara sah setiap partai politik malam nanti. Selain itu, pihak-pihak yang berkeberatan dengan hasil Pemilu 2024 yang ditetapkan oleh KPU RI dapat mengajukan gugatan atau sengketa ke Mahkamah Konstitusi. 


Jika mereka membawa bukti-bukti yang dianggap cukup ke MK, perolehan suara bisa berubah.


Menariknya, hingga pukul 18.40 WITA, kursi PPP  untuk dapil NTB-2 Pulau Lombok akan diisi oleh politisi senior PDIP yakni H. Rachmat Hidayat. 


Itu menyusul suara pribadi orang dekat Megawati Soekarno Putri ini memperoleh suara cukup tinggi, yakni ebih dari 71 ribu. Namun, untuk raihan suara partai, PDI Perjuangan berada di urutan sembilan, dibawah Partai Nasdem yang ada di posisi delapan.


"Sepertinya, kursi pengganti PPP diraih oleh PDIP dan Pak Rachmat akan masuk, sehingga jelas kursi ketua DPR RI menjadi milik PDIP," kata Made Slamet, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mataram. 


FOTO. Rekapitulasi suara partai secara nasional yang menempatkan PDIP sebagai pemenang pemilu 2024. 



Inilah delapan partai politik beserta caleg peraih suara terbanyak yang berhasil mengamankan kursi Pileg DPR RI dari Dapil NTB II Pulau Lombok versi rapat pleno tingkat provinsi NTB:


1. Partai Gerindra 347.607 suara, pemilik suara terbanyak, yakni Lale Syifaunnufus dengan 135.619 suara.


2. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 222.225 suara, pemilik suara terbanyak, yakni Abdul Hadi dengan 78.765 suara.


3. Partai Golkar 206.00r suara, pemilik suara terbanyak, yakni Sari Yuliati dengan 119.444 suara.


4. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan 173.716 suara, pemilik suara terbanyak, yakni Ermalena dengan 52.747 suara.


5. Partai Amanat Nasional (PAN) dengan 166.161 suara, peraih suara terbanyak, yakni Muazzim Akbar dengan 48.827 suara.


6. Partai Demokrat dengan 163.985 suara, peraih suara terbanyak, yakni Nanang Samodra dengan 60.366 suara.


7. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 160.823 suara, peraih suara terbanyak, yakni Lalu Hadrian Irfani dengan 71.941 suara.


8. Partai NasDem 147.062 suara, peraih suara terbanyak, yakni Fauzan Khalid dengan 59.569 suara. (R/L..).


TerPopuler