Bukan Hanya Simbol, Isvie : Ikatan Alumni Kekuatan Strategis Bangun Kampus! -->

Bukan Hanya Simbol, Isvie : Ikatan Alumni Kekuatan Strategis Bangun Kampus!

Senin, 13 April 2026, Senin, April 13, 2026

 

FOTO. Ketua PP IKA Unram Baiq Isvie Rupaeda (tengah) saat mengenakan baju kebesaran IKA Unram pada Rektor Unram, Prof Sukardi (kiri) disaksikan para alumni yang hadir secara fisik dan online. 


















MATARAM, BL - Ketua Pengurus Pusat (PP) Ikatan Alumni Universitas Mataram (IKA-Unram) Baiq Isvie Rupaeda, menegaskan bahwa keberhasilan sebuah universitas mencapai keunggulannya, tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari keterlibatan dan kontribusi para alumninya.


Meski demikian, dia mengkritik sikap rektorat setempat yang terlihat abai dalam melibatkan potensi alumni Unram selama ini.


"Saya hanya ingatkan, ikatan alumni bukan sekadar simbol, melainkan kekuatan strategis yang harus dikelola dengan baik manakala mereka diberdayakan menjadi satu ikatan keluarga,” tegas Isvie saat menyampaikan sambutannya saat Halal Bi Halal IKA Unram di Mataram, Sabtu 11 Maret 2026. 


Ketua DPRD NTB ini, mengaku bahwa alumni Unram yang berjumlah sebanyak 140 ribu orang dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia bahkan belahan dunia, memiliki potensi besar jika dilibatkan dalam membangun kampus.


Mengingat, keberadaan mereka telah mampu mengisi ruang jabatan menterang yang  tersebar di berbagai sektor strategis. Mulai DPRD, pejabat ASN, BUMN/BUMD, Duta Besar, kepala daerah hingga pelaku usaha (pengusaha) baik di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.


“Alumni kita ini, potensinya luar biasa hebatnya, tersebar di seluruh Indonesia bahkan dunia. Tapi kita sering lupa menjalin silaturahmi. Padahal dengan teknologi, jarak seharusnya tidak lagi menjadi penghalang,” kata Isvie.


Politisi Golkar ini mengatakan bahwa dengan 4 kali wisuda yang dilakukan Unram selama ini, maka Isvie pun risau jika keberadaan wisudawan Unram malah akan menambah beban sebagai salah satu penyumbang pengangguran di Provinsi NTB.


"Kita yang hadir ini, tidak butuh uang semata, tetapi ada harga dari sebuah ikatan yang dibangun untuk menciptakan hubungan kerja yang baik. Pak Rektor, gedung IKA yang megah ini kita bangun tanpa ada satupun dana dari Unram, ini murni saya dan para alumni yang memikirkannya," jelas Isvie.


Oleh karena itu. Dirinya berharap, agar potensi alumni dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pengembangan kampus dan daerah, mulai dari sektor pertanian, ekonomi, hingga teknologi digital.


“Kita punya banyak ahli di berbagai bidang. Kenapa tidak kita manfaatkan untuk kepentingan daerah dan Unram?,” kata Isvie.


Lebih lanjut dikatakannya mulai hari ini, penguatan hubungan emosional dan profesional antara alumni dan rektorat harus mulai diperbaiki.


Menurutnya, persoalan yang dihadapi Unram terkait sebanyak 42 persen mahasiswa Unram yang berada dibawah garis kemiskinan, sehingga kampus kelimpungan mencari sumber pembiayaan ditengah efisiensi anggaran dan minimnya dana pusat untuk sekadar membiayai uang kuliah tunggal (UKT)  akan bisa dihadapi manakala alumni dilibatkan.


“Kalau sekadar 10-15 orang alumni menanggung biaya UKT mahasiswa pertahunnya, saya kira itu hal mudah dilakukan asal ada komunikasi sedari awal dilakukan. Saya bisa menginisiasi hal ini ke semua alumni. Mulai hari ini, jika ada kesalahan, mari kita perbaiki. Ke depan, kami ingin hubungan antara alumni dengan Unram terjalin dengan kualitas terbaik,” ujar Isvie.


Dia menambakan bahwa kegiatan yang dihadiri para alumni dari berbagai daerah di Indonesia secara daring ini, menjadi penegas bahwa kekuatan alumni tidak hanya terletak pada jumlah, tetapi pada soliditas dan kepedulian.


“Ini bukan sekadar pertemuan, tetapi bagaimana kita menjaga kebersamaan dan memberi manfaat nyata pada almamater, provinsi NTB juga bangsa Indonesia,” ucap Isvie Rupaedah.




FOTO. Ketua PP IKA Unram Baiq Isvie Rupaeda bersama rektor dan para pengurus PP IKA Unram.






Sementara itu, Rektor Unram, Prof Sukardi, menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini sebagai ruang mempererat hubungan antara kampus dan alumni. Ia menegaskan bahwa Unram terbuka untuk memperkuat kolaborasi dengan para alumni dalam berbagai bidang.


“Momentum ini mari kita jadikan sebagai titik awal untuk kembali ke rumah besar kita, Unram. Kami sangat terbuka untuk bersinergi dan berkolaborasi bersama alumni,” kata Prof Sukardi.


Lebih lanjut, Rektor juga menyampaikan bahwa Unram tengah memperkuat pengelolaan hubungan alumni melalui pembentukan unit kerja khusus di bawah Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.


"Insya Allah, semua hal-hal yang kurang akan kita perbaiki. Kami berharap mulai hari ini, komunikasi yang baik akan jauh lebih efektif lagi kami lakukan dengan para alumni. Ini agar peran alumni dalam mendukung kemajuan Unram akan kian terasa," ujar Prof Sukardi.


Sebelumnya, Ketua Panitia Halal Bihalal, Iwan Harsono, menyebut kegiatan ini sebagai momentum penting untuk memperkuat kebersamaan alumni yang kini tersebar luas.


“Mari kita manfaatkan momen Halal Bihalal ini untuk saling mempererat silaturrahmi. Alumni kita sudah tersebar bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia,” ujarnya.


Iwan berharap dari kegiatan ini lahir kontribusi nyata alumni bagi pembangunan daerah. “Kita berharap dari kebersamaan ini lahir kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan berpartisipasi,” tandasnya. (R/L..).

TerPopuler