Keberadaan Datok Bagu, PWNU NTB Optimis Tatap Tuan Rumah Muktamar NU Ke-35 -->

Keberadaan Datok Bagu, PWNU NTB Optimis Tatap Tuan Rumah Muktamar NU Ke-35

Kamis, 02 April 2026, Kamis, April 02, 2026

 

FOTO. Ketua PWNU NTB, Prof. Masnun Tahir (dua kiri) bersama Katib Syuriyah PWNU NTB  Prof Adi Fadli (kiri), Lalu Winengan dan Sekwil PWNU NTB Lalu Daud Nurjadi (kanan) saat menyampaikan keterangan persnya, kemarin.






















MATARAM, BL -  Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi NTB, menegaskan kesiapannya menjadi tuan rumah pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35.


Bahkan, kesiapan tersebut dibuktikan adanya  surat resmi yang telah dikirimkan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai bentuk kesungguhan PWNU NTB untuk ambil bagian dalam menyukseskan agenda besar organisasi tersebut. 


Ketua PWNU NTB, Prof. Masnun Tahir, mengatakan bahwa kesiapan NTB tidak hanya mencakup aspek teknis penyelenggaraan, tetapi juga menyangkut kesiapan sumber daya manusia serta soliditas organisasi NU di seluruh tingkatan di wilayah NTB.


"Alhamdulillah, kami (PWNU NTB) sudah secara resmi menyatakan siap menjadi tuan rumah pelaksanaan Muktamar NU ke-35. Kesiapan ini sudah kami sampaikan melalui surat resmi kepada PBNU,” tegasnya pada wartawan usai kegiatan Halal Bi Halal PWNU NTB, Senin malam (31/3) kemarin. 


Menurut Prof Masnun, kesiapan tersebut lahir dari keyakinan bahwa NU di NTB memiliki kekuatan organisasi, dukungan warga nahdliyin, serta infrastruktur yang memadai untuk menyelenggarakan perhelatan besar tingkat nasional. 


"Yang kami siapkan bukan hanya aspek teknis penyelenggaraan, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dan soliditas organisasi NU di seluruh tingkatan di NTB. Insyaallah, kami siap jika diberi amanah menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35,” katanya. 


Prof. Masnun mengaku, bahwa ada sejumlah alasan kuat yang membuat NTB layak dan siap menjadi tuan rumah Muktamar NU. 


Selain kesiapan organisasi dan dukungan masyarakat, NTB juga memiliki jejak sejarah dan figur penting dalam perjalanan Nahdlatul Ulama. 


“Alasan lain, karena ada sesepuh NU kita di sini, Al-Mukarrom TGH Lalu Muhammad Turmuzi Badaruddin atau Datok Bagu. Ini menjadi bagian dari kekuatan moral dan historis bagi kami di NTB untuk ikut berkhidmah dan menyukseskan Muktamar NU,” ujarnya. 


Prof. Masnun menyebut bahwa kesiapan NTB juga mendapat dukungan dari Pemprov dan 10 pemda kabupaten/kota di Provinsi NTB.


Apalagi,  dalam beberapa kesempatan, Gubernur NTB disebut telah menyampaikan kesiapan untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Muktamar NU Tahun 2026.


“Pak Gubernur NTB dalam beberapa kesempatan juga telah menyampaikan kesiapan dan dukungannya untuk menyukseskan Muktamar NU Tahun 2026. Ini tentu menjadi semangat tambahan bagi kami bahwa ikhtiar ini didukung bersama,” jelasnya..


Lebih lanjut dikatakannya bahwa, menjadi tuan rumah Muktamar NU merupakan kehormatan besar bagi warga NU di NTB. 


Karena itu, seluruh elemen organisasi di daerah siap bergerak bersama untuk memberikan pelayanan terbaik jika kepercayaan tersebut diberikan. 


"Ini bukan sekadar soal menjadi penyelenggara kegiatan, tetapi juga bagian dari khidmah kami kepada jam’iyah. NTB siap menyambut para kiai, pengurus, dan warga NU dari seluruh Indonesia,” ungkap Prof Masnun.



*Surat Pribadi ke Presiden

Sementara itu, Sekwil PWNU NTB Lalu Daud Nurjadi mengatakan bahwa selain PWNU, Al-Mukarrom TGH Lalu Muhammad Turmuzi Badaruddin atau Datok Bagu juga sudah bersurat secara pribadi pada Presiden Prabowo Subianto untuk kesiapan NTB menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35. 


Hal itu, lantaran Provinsi NTB memiliki saingan dari wilayah lainnya. Yakni, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Jawa Tengah (Jateng) dan Lampung. 


"Kami kian optimis jika Datok Bagu yang memiliki hubungan pribadi dengan Pak Prabowo sudah bersurat. Itu, artinya peluang kita kian besar. Ini membuat kita kian percaya diri dan optimis menjadi tuan rumah Muktamar itu," katanya. 


*Mengenal Datok Bagu

TGH Lalu Muhammad Turmuzi Badaruddin atau Datok Bagu dikenal merupakan pendiri Ponpes Qomarul Huda di Desa Bagu, Lombok Tengah ini, merupakan salah satu tokoh ulama kharismatik dan berpengaruh di PBNU.


Pengaruh lelaki berpenampilan sederhana ini tidak sedikit di tubuh NU. Terbukti dengan digelarnya beberapa pertemuan penting NU di Qomarul Huda, ponpes yang dipimpinnya sampai kini. Di antaranya Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU pada 1997. 


Pertemuan itu menyepakati sebuah keputusan politik yang terkenal di lingkungan warga NU dan peta politik nasional, yakni melarang perempuan sebagai presiden.


Saat para kaum nahdiyin membentuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), TGH Turmuzi Badaruddin tidak mau tinggal diam. Ia tidak menampik ajakan sahabatnya, Gus Dur, untuk duduk dalam kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat PKB sebagai Wakil Ketua Dewan Syuro sejak 1998 sampai sekarang. 


Usia TGH Turmuzi Badaruddin kini telah menginjak 90 tahun. Namun, ia seperti tidak kunjung lelah mengabdikan diri bagi agama dan pengembangan umat. 


Puluhan ribu santri, baik putra maupun putri, telah ia lahirkan. Kesehariannya selalu diisi dengan aktivitas mengurus ponpes bersama santri dan sahabat-sahabatnya.


Tak hanya itu. TGH Turmuzi Badaruddin kini tengah berencana membangun sebuah sekolah kesehatan di lingkungan ponpes. Niatan itu tak lepas dari kesedihannya melihat rendahnya tingkat kesehatan masyarakat di NTB.


Tuan Guru Haji Turmuzi Badaruddin seakan menjadi saksi perjalanan NU yang penuh riak. Namun ia juga selalu menyiapkan dirinya bagi kepentingan organisasi massa terbesar di Tanah Air tersebut. Karena itu, ia juga akan berkumpul kembali dengan puluhan kiai khos lainnya pada Muktamar ke-31 NU di Boyolali, Jawa Tengah. (R/L..).

TerPopuler