Eksibisi Porprov XI NTB Cabor Paralayang Dimulai, Kadis Pora Sebut Peluang Sky Lancing Gelar Event Nasional dan Dunia Terbuka Lebar -->

Eksibisi Porprov XI NTB Cabor Paralayang Dimulai, Kadis Pora Sebut Peluang Sky Lancing Gelar Event Nasional dan Dunia Terbuka Lebar

Jumat, 21 Oktober 2022, Jumat, Oktober 21, 2022

 

FOTO. Kadis Pora NTB, Tribudi Prayitno (tiga kanan) didampingi Mantan Ketua KONI NTB Andy Hadianto saat berbicara dengan Tim Teknis terkait kesiapan kawasan Sky Lancing yang bakal menjadi tuan rumah event nasional dan internasional 


MATARAM, BL - Eksebisi Porprov XI NTB cabang olahraga (Cabor) Paralayang pada 20-23 Oktober 2022, mulai berlangsung di Sky Lancing di Desa Mekarsari, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah. 


Sejumlah atlet dari tujuh kabupaten/kota, terkecuali, di tiga wilayah yang belum ada pengurusnya. Yakni, Kota Bima, Dompu dan Kabupaten Bima, mengikuti kegiatan tersebut. 


Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi NTB, Tri Budiprayitno, mengaku bahwa kawasan Sky Lancing memiliki prospek cerah untuk menggelar event dirgantara, baik skala nasional hingga internasional.


"Venue eksebisi Porprov XI NTB untuk cabor Paralayang ini, adalah sasaran antara untuk menuju event-event nasional dan internasional di kawasan Sky Lancing, kedepannya," kata Tribudi, Jumat (21/10). 


FOTO. Kadis Pora NTB Tribudi Prayitno (kiri) saat meninjau kawasan Sky Lancing


Saat meninjau kawasan Sky Lancing untuk menyaksikan eksebisi Porprov XI NTB cabor Paralayang. Mantan Kepala Arpusda itu, terkesima dengan kesiapan pihak pengelola yang serius menyiapkan diri untuk pemenuhan sport dan venue yang berstandar nasional. Bahkan, internasional. 


"Sesuai kajian Tim Teknis, spot yang ada saat ini di NTB sangat menjanjikan dan punya keunggulan serta keindahan panorama alamnya," ucap Tribudi. 


Ia memastikan, jika Provinsi NTB sukses menjadi tuan rumah kejurnas Paralayang skala nasional. Tentunya, kawasan Sky Lancing akan diminati oleh pecinta olahraga ekstrem ini.


"Keunggulan Sky Lancing dari wilayah lainnya adalah keindahan panorama alamnya. Keunikan ini, akan membuat para pecinta olahraga dirgantara akan banyak datang ke kawasan ini. Kami siap mendukung kawasan Sky Lancing menggelar berbagai event skala nasional hingga internasional," jelas Tribudi Prayitno. 


FOTO. Kadispora NTB Tribudi Prayitno (kiri) saat berdiskusi dengan pemilik Sky Lancing, Mas Santo di sela-sela kunjungannya. 


Sementara itu, Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) sekaligus Ketua FASIDA NTB, Kolonel Pnb R. Endri Kargono, kembali menegaskan, bahwa eksibisi Porprov Paralayang yang akan digelar pada 20-23 Oktober 2022 tidak membebani anggaran pemerintah daerah karena ada pihak sponsor. 


"Tujuannya adalah untuk menunjukkan kesiapan NTB menjadi tuan rumah ajang internasional, sekaligus menyongsong Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, yang mana NTB dan NTT menjadi tuan rumah," ujarnya.


 Ia mengatakan ekshibisi Porprov Paralayang di Sky Lancing, juga sebagai kelanjutan kejuaraan Paralayang Pelangi Nusantara beberapa waktu lalu yang berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para olahragawan. 


FOTO. Para atlet Parayalang dari berbagai daerah di NTB saat menunjukkan skill dan kemampuan mereka pada ajang Eksebisi Porprov Cabor Paralayang di Sky Lancing 


Sky Lancing, kata Kargono, sebelumnya telah diresmikan oleh Asisten Potensi Dirgantara Kepala Staf Angkatan Udara (Aspotdirga KSAU) Marsekal Muda TNI Bowo Budiarto, sebagai tempat berlatih dan bertanding paralayang. 


"Peresmian oleh jenderal bintang dua tersebut membuat Sky Lancing semakin dikenal luas," ucap dia.


Kargono mendaku, pertandingan ekshibisi paralayang memang harus rutin digelar untuk menguatkan mental sekaligus melihat kesiapan atlet-atlet asal NTB. 


Apalagi, lanjut dia, saat Kejuaraan Nasional Paralayang Pelangi Nusantara yang sebelumnya digelar, mendapat animo cukup bagus karena ada 80 atlet yang terlibat.


"Hampir seluruh kabupaten dan kota di NTB mengirimkan atlet paralayang terbaiknya. Itu menunjukkan memang kita di NTB ini memiliki potensi atlet paralayang," ucapnya. 


Sky Lancing, menurut Kargono, kini menjadi salah satu titik paralayang yang mendapat pengakuan nasional. Dalam kejuaraan sebelumya, ada puluhan atlet dari Papua, Sulawesi Tengah, Bali, Jawa Timur, dan Jakarta. 


Ia optimis olahraga aero sport yang dilaksanakan di NTB, akan berjalan sukses. Terlebih, lokasi Sky Lancing sendiri tak jauh dari salah satu destinasi unggulan Indonesia, yaitu Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika. "Olahraga ini sekaligus menjadi salah satu sarana promosi pariwisata, khususnya KEK Mandalika," ungkap Kolonel Pnb R. Endri Kargono.


FOTO. Progres pengerjaan proyek perataan tanah yang dilakukan sendiri dan mandiri oleh pihak pengelola kawasan Sky Lancing 


Diketahui, Eksebisi Porprov XI NTB cabang olahraga (Cabor) Paralayang yang berlangsung selama tiga hari, sejak Kamis hingga Sabtu,  maju dari jadwal yang telah ditetapkan yakni, Februari 2023. 


Kendati maju, namun pihak penyelenggara sudah memastikan kesiapan untuk menggelar event tersebut. 


Bahkan untuk menyemarakkan ajang eksibisi Cabor Paralayang selama tiga hari itu, penyelenggara sudah menyiapkan rangkaian acara. Di antaranya, trail adventure and hill climbing competition 2022 yang diikuti sebanyak 400 motor atau setara 1.500 orang. 


Selanjutnya, adventure offroad yang menghadirkan sebanyak 80 mobil yang berkerja sama dengan Indonesia OffRoad Federation (IOF). 


"Kedua acara untuk memeriahkan ajang Porprov IX Cabor Paralayang di Sky Lancing,  kita hajatkan untuk menyemarakkan HUT TNI tahun ini," ujar Sekretaris Pengurus Provinsi Paralayang NTB, Roy Rahmanto pada Berita Lombok.net, belum lama ini. 


Menurut  Ketua pelaksana Porprov XI NTB Cabor Paralayang itu, untuk menjadi tuan rumah ajang PGAWC juga dilakukan bidding. Sejauh ini, jika hal itu sukses maka, pihaknya akan memasukkan hal itu kedalam kalendar of event Paralayang Pusat yang akan dilakukan pada Desember di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah tahun ini. 


Sedangkan, untuk ajang eksibisi Porprov, akan dipertandingkan empat kelas di Sky Lancing. Yakni, ketepatan individu mendarat putra, ketepatan individu mendarat putri, dan ketepatan mendarat beregu putra dan putri. 


"Untuk atlet Paralayang di NTB sudah ada sekitar 200 orang yang sudah berlisensi dan  tersebar di tujuh kabupaten/kota, terkecuali,di tiga wilayah yang belum ada pengurusnya. Yakni, Kota Bima, Dompu dan Kabupaten Bima. Alhamdulillah, secara regulasi kita sangat melebihi sesuai ketentuan KONI terkait kepengurusan cabornya," tandas Roy Rahmanto.(R/L..).

TerPopuler