Bentuk Dua Holding BUMD, Pemerintah Pusat Beri Pujian Terobosan Gubernur Lalu Iqbal -->

Bentuk Dua Holding BUMD, Pemerintah Pusat Beri Pujian Terobosan Gubernur Lalu Iqbal

Kamis, 16 April 2026, Kamis, April 16, 2026

 

FOTO. Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda NTB, Izzudin Mahili, (dua kiri) saat menemui Direktur BUMD dan BLUD Ditjen Bina Keuda Kemendagri RI di Jakarta terkait pembentukan dua holding BUMD NTB. 
























MATARAM, BL - Pembentukan dua holding BUMD yang digagas Gubernur Lalu Muhamad Iqbal, menuai apresiasi pemerintah pusat. 


Hal itu menyusul, terobosan yang dilakukan tersebut bakal menjadi langkah besar yang bisa membuat peta BUMD nasional berubah.


Terlebih hal ini menjadi sebuah model yang disebut out of the box, lantaran belum pernah dijalankan pemerintah provinsi lain di Indonesia.


Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda NTB, Izzudin Mahili, mengatakan bahwa dua holding itu, yakni holding keuangan yang akan menggabungkan Bank NTB Syariah, BPR NTB, dan Jamkrida NTB Syariah.


Selanjutnya, holding non-keuangan bernama NTB Capital, yang salah satu entitasnya akan mencakup PT GNE.


"Pembentukan dua holding BUMD ini, merupakan bagian dari misi besar Gubernur NTB untuk merevitalisasi dan merestrukturisasi BUMD agar lebih sehat, terintegrasi, dan punya daya saing," ujarnya dalam pesan tertulisnya usai bertemu Direktur BUMD dan BLUD Ditjen Bina Keuda Kemendagri RI, Kamis 16 April 2026. 

Izzuddin Mahili menegaskan bahwa, pembentukan dua holding BUMD kali ini, bukan sekadar membuat struktur baru.


Namun hal ini, justru merupakan langkah besar dalam rangka menata BUMD NTB, agar lebih kuat, dan fokus.


"Yang utama, pembentukannya diharapkan benar-benar berdampak bagi daerah dan masyarakat NTB,” tegasnya.


Menurut Izzuddin, upaya mewujudkam hal tersebut sudah mulai dilakukan secara konkrit. Yakni, untuk holding keuangan, Pemprov sedang menyiapkan konversi BPR menjadi syariah.


Langkah ini, dihajatkan agar seluruh ekosistem keuangan berada dalam satu tarikan yang sama dengan Bank NTB Syariah.


Selanjutnya, untuk holding non-keuangan, pihaknya juga tengah mendorong penyehatan PT GNE agar siap masuk ke dalam NTB Capital yang ditargetkan terbentuk tahun ini.


"Yang membuat langkah ini makin menarik, Kemendagri  memberi dukungan penuh atas gagasan Pak Gubernur ini," ucap Izzudin.


Sejauh ini, lanjutnya, para Direktur BUMD dan BLUD, terlihat sangat antusias menyambut adanya dua holding BUMD tersebut.


Sebab, menurut Izzudin, model dua holding yang disiapkan Pemprov NTB, merupakan terobosan baru yang bisa menjadi praktik baik untuk perkembangan BUMD nasional.


“Alhamdulillah, Pak Direktur sangat mendukung. Beliau melihat ini sebagai langkah maju yang sangat baik, bahkan bisa jadi contoh bagi provinsi lain,” kata Izzuddin.


Lebih lanjut dikatakannya bahwa, langkah maju yang dilakukan Provinsi NTB,  justru bakal diikuti oleh Pemprov Jawa Barat (Jabar). 


Hal ini diutarakan langsung oleh Direktur BUMD dan BLUD Ditjen Bina Keuda Kemendagri RI. 


Untuk itu, hal ini tentu menjadi sebuah alarm. Mengingat, dalam dunia birokrasi dan bisnis daerah, justru yang dikenang bukan yang pertama menggagas.


Namun mereka yang pertama mengeksekusi. 


"Wajarlah, kalau Provinsi NTB kini sedang berada di titik penting melalui sebuah ide besar yang didukung pusat, tapi juga dituntut bergerak cepat. Disini, jelas pesannya pusat, bahwa kita (NTB) jangan sampai didahului Jabar,” jelas Izzuddin.


Dia menambahkan bahwa adanya dua holding jika benar-benar terbentuk lebih dahulu, maka hal ini, bukan saja menjadi sebuah gebrakan. 


Namun juga menangkat nama Provinsi NTB yang bakal tercatat sebagai provinsi pelopor model holding BUMD di Indonesia. 


"Insya Allah, kami berikhtiar sekuat tenaga untuk mewujudkan secara konkrit apa yang menjadi gagasan besar Pak Gubernur itu," tandas Izzudin Mahili. (R/L.).

TerPopuler