![]() |
FOTO. Gubernur Lalu Muhamad Iqbal (tengah) saat menerima audiensi jajaran pengurus PMI NTB yang didampingi Kadis Kesehatan dr Lalu Hamzi Fikri (tiga kanan), |
MATARAM, BL - Pelaksana tugas (Plt) Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTB Ns Lalu R Doddy Setiawan melakukan pertemuan silaturahmi dengan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal, Senin 11 Mei 2025.
Sekretaris PMI NTB tersebut melaporkan penunjukannya sebagai Plt Ketua menggantikan dr Lalu Herman Mahaputra atau dokter Jack yang meninggal dunia di RS MMC di Jakarta pada Selasa malam, 10 Maret 2026 pukul 21.00 Wita.
Doddy menegaskan bahwa dalam SK pengurus PMI Pusat bernomor 012/KEP/PP-PMI/IV/2026 yang ditanda tangani Ketua Umun Jusuf Kalla, tentang pemberhentian ketua dan penugasan pelaksana tugas (Plt) PMI NTB masa bhakti 2021-2026 termaktub kewajiban untuk menyelenggarakan musyawarah provinsi (Musprov) yang harus terlaksana selama 3 bulan.
"Kenapa kami datang ke Pak Gubernur hari ini. Sebab, beliau statusnya adalah pembina di kepengurusan PMI NTB. Ini juga berlaku untuk kepengurusan di PMI kabupaten/kota, sehingga arahan beliau sangat penting untuk kelanjutan organisasi, khususnya Musprov PMI kedepannya," tegasnya pada wartawan.
Menurut Doddy, SK penunjukan Ketua Plt PMI NTB ditetapkan di Jakarta tanggal 21 April 2026 lalu, di mana jika merujuk waktu maka pelaksanaan Musprov akan berlangsung pada Juni mendatang.
"Untuk figur calon ketua, sudah banyak yang melirik. Mulai Anggota DPR RI, Anggota DPRD Provinsi, Bupati dan para pejabat teras OPD Pemprov tapi kami belum bisa melangkah jika pembina, yakni gubernur tidak memberikan restu pelaksanaanya," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakannya bahwa selain pelaksanaan Musprov. Pihaknya juga melaporkan kondisi gudang logistik PMI NTB yang selama ini melayani kebutuhan PMI di 10 kabupaten/kota.
Di mana, program federasi palang merah internasional yang kini berjalan di tiga desa di Kecamatan Sekotong, telah ditetapkan menjadi lokasi percontohan nasional dalam program mitigasi berbasis komunitas.
Sebab, Sekotong dipilih karena memiliki potensi tinggi dalam bencana banjir rob dan tsunami. Sehingga, tiga desa itu telah dipasangi alat Early Warning System (EWS) hasil kerja sama antara PMI dan mitra internasional.
"Tiga desa yakni, Cendimanik, Dasan Baru dan Sekotong Tengah selalu dilanda banjir 15 kali dalam setahun. Inilah dasar PMI melakukan pendampingan agar masyarakat punya pemahaman bahwa penanggulangan bencana bisa dilakukan melalui komunitas dan enggak lagi panik. Disitu kita dorong ada peraturan desa (Perdes), harapannya dana desa juga bisa masuk bersama-sama untuk mengadvokasi masyarakat. Semuanya masih jalan disana," jelas Doddy.
![]() |
| FOTO. Gubernur Lalu Muhamad Iqbal saat berdiskusi dengan jajaran pengurus PMI NTB |
Sementara itu, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menyambut baik penunjukan Plt Ketua yang berasal dari pengurus PMI NTB.
"Pemprov NTB siap mendukung kerja-kerja Plt Ketua. Semoga figur calon ketua PMI NTB, bisa melanjutkan kepemimpinan yang sudah dijalankan oleh almarhum Dokter Jack yang sudah baik. Insya Allah, pemprov mendukung Musprov PMI NTB dengan memilih pemimpin yang berjiwa kemanusian, dermawan dan tidak memanfaatkan organisasi PMI untuk kepentingam politik," katanya.
Politisi Gerindra ini, mengaku bahwa rencana kontijensi dalam menghadapi potensi bencana harus terus dilakukan. Bahkan, bila perlu dilakukan apel dan simulasi bencana setahun sekali.
Menurut Lalu Iqbal, PMI yang memiliki sebanyak 40 ribu relawan dari provinsi hingga tingkat desa di 10 kabupaten/kota harus mulai bergerak bersama-sama BPBD NTB untuk juga mengaktifkan command center, terkait informasi dini bencana di wilayah NTB.
Selanjutnya, koordinasi ini juga diturunkan k PMI kabupaten/kota untuk juga melakukan koordinasi serupa dengan BPBD kabupaten dan kota.
Mengingat, Provinsi NTB merupakan wilayah yang rawan berbagai jenis bencana. Mulai dari banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem seperti hujan, petir dan puting beliung atau bencana meteorologi.
Karena itu, Gubernur Lalu Iqbal mengistruksikan agar semua pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
“Penting bagi kita semua untuk siap siaga menghadapi bencana yang dapat mengancam keselamatan jiwa dan harta benda. Disinilah peran relawan PMI yang selalu terdepan di bencana agar tetap berkolaborasi dengan BPBD,” tandasnya. (R/L..).

