Lima Langkah Gus Muhaimin Sikapi Bonus Demografi Indonesia 2030 -->

Lima Langkah Gus Muhaimin Sikapi Bonus Demografi Indonesia 2030

Selasa, 31 Januari 2023, Selasa, Januari 31, 2023


FOTO. Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar saat menyampaikan Mimbar Kebangsaan di Universitas Mataram. 





MATARAM, BL - Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar, mengatakan, kalangan perguruan tinggi, diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul dalam menghadapi tantangan global.


Hal itu menyusul, tantangan dan perkembangan teknologi sangat cepat saat ini. Bahkan, sosio kultural juga berlangsung sangat cepat. 


"Karena itu, saya mengajak kampus harus hadir dan berperan dalam mengatasi kebodohan. Ini karena mengembangkan pendidikan tak ubahnya merupakan investasi sumber daya manusia (SDM), baik jangka menengah hingga jangka panjang yang dibutuhkan dalam memajukan sebuah negara," ujar Gus Muhaimin saat mengisi Mimbar Kebangsaan di Universitas Mataram (Unram) bertajuk Road Map dan Konstruksi Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045 di Gedung Senat, Lantai III Unram di Kota Mataram, Selasa (31/1). 


Menurut Ketua DPP PKB itu, saat ini, tantangan yang hadapi bangsa Indonesia, adalah hampir 50 persen angkatan kerja, belum terserap oleh pangsa pasar. Di mana, salah satu penyebab kenapa Indonesia seperti sekarang, karena kualitas SDM yang masih tertinggal. "Indonesia negara yang kaya, tetapi tata kelolanya yang tertinggal," tegas Gus Muhaimin. 


Kata dia, Indonesia yang maju adalah negara Indonesia yang bisa mandiri dengan bisa mengelola SDM. Serta, mampu menjalani birokrasi yang berkualitas tinggi. 


Untuk itu,  Gus Muhaimin mendorong  lima langkah dan fokus kerja yang akan didorong sebagai lompatan pencapaian tujuan SDM Unggul Indonesia.


Pertama, meningkatkan peran negara untuk menyiapkan SDM Unggul melalui alokasi APBN sebesar 2 % PDB. Kedua, meningkatkan inovasi dan industrialisasi nasional terutama di sektor energi dan agraria Indonesia.


Selanjutnya, modernisasi sistem kesehatan nasional untuk menjamin akses dan kualitas kesehatan seluruh indonesia.


Berikutnya, meningkatkan alokasi APBN sebesar 2 % PDB. Penguatan kapasitas fiskal dengan target perolehan pajak 20 % PDB. Serta, mempercepat transisi energi dengan target 50 % energi hijau selama 10 tahun


"Lima hal itu, adalah cara kita untuk memecahkan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Salah satunya dengan menciptakan SDM unggul dan berkualitas," tegas Gus Muhaimin. 


Ia menegaskan bahwa, Indonesia yang berkeadilan adalah Indonesia yang mampu mewujudkan pemerataan pembangunan.


"Indonesia yang kembali konsisten pasal 33 UUD 1945, 'Negara memastikan untuk memberikan kekayaan aset sehingga sistem ekonomi kita, sistem ekonomi inklusif," papar Gus Muhaimin. 


Selain itu, ia menilai, pendidikan merupakan salah satu cara untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia.


"Bidang pendidikan merupakan catatan penting 60 persen anggaran APBN seharusnya dilaksanakan agar menjadi lebih maju, wajib belajar 18 tahun sampai perguruan tinggi diharuskan," jelas Gus Muhaimin. 


Ia menegaskan, sebanyak minimal 100 ribu orang harus diberikan beasiswa yang merata pada jenjang ke perguruan tinggi.


"Minimal seratus ribu beasiswa untuk belajar perguruan tinggi," ucap  Gus Muhaimin. 


Kemudian, lanjut dia, perlu bagi Indonesia untuk menaikkan biaya indeks pendidikan agar menaikan kesejahteraan Indonesia serta mutlak untuk meningkatkan kesejahteraan guru.


"Kenaikan indeks pendidikan serta meningkatkan kesejahteraan dalam memajukan Indonesia, hal ini mutlak," tegas Gus Muhaimin. 


Ia menambahkan, pendidikan sangat penting dalam mengubah paradigma berpikir masyarakat. "Kalau pendidikannya hanya sampai SMP, SMA, maka pikirannya hanya sampai pada bagaimana memperoleh pekerjaan, tetapi jika pendidikannya lebih tinggi, mereka bisa berpikir bagaimana membuka lapangan kerja," ungkap Gus Muhaimin.


Dalam kesempatan itu, Gus Muhaimin mengingatkan, peluang bonus demografi Indonesia diperkirakan terjadi pada tahun 2030 mendatang.


Di mana, ledakan jumlah penduduk usia produktif atau yang biasa disebut bonus demografi harus bisa ditanggapi secara positif oleh pemerintah. Itu lantaran, di negara lain tidak memiliki usia produktif namun bangsa Indonesia, memiliki hal itu. 


"Pak Jokowi sudah berhasil membangun infrastruktur dengan puncaknya adalah pembangunan IKN di Kalimantan Timur (Kaltim). Jadi memaknai, bonus demografi itu, yang kita lakukan adalah bagaimana SDM kita genjot. Dengan, mulai mengalokasikan anggaran di semua kementrian untuk fokus pada peningkatan dan pengembangan SDM," tandas Gus Muhaimin. 


 




* Ingatkan 14 Dasar Bangsa Indonesia



FOTO. Prof Bambang Hari Kusomo




Sementara itu, Rektor Unram Prof Bambang Hari Kusumo, mengatakan, kiprah Muhaimin selaku Wakil Ketua DPR RI, sudah tidak diragukan lagi dalam rangka merekatkan nilai kebangsaan selama ini.


Guru Besar Fakultas Pertanian Unram itu, meminta agar nilai kebangsaan dapat terus terajut dengan baik maka, 14 nilai dasar bangsa Indonesia itu, harus terus dijaga dengan baik. 


"Kalau kita ingat sumpah dari Gajah Mada itu, maka terkandung 14 nilai dasar bangsa Indonesia. Di situ, Patih Gajah Mada menegaskan sumpahnya bahwa Nusantara akan bersatu jika rakyatnya terus mengedepankan nilai kebangsaan dan bangga pada daerahnya," jelas Prof Bambang. 


Ia optimis warga Nahdliyyin akan terus dapat menjunjung 14 nilai dasar bangsa Indonesia. Sebab, cita-cita besar bangsa Indonesia juga tercermin dalam Sumpah Pemuda pada tahun 1928 lalu. 


"Jadi, kalau Gus Muhaimin sudah mencontohkan 14 nilai dasar bangsa Indonesia dalam kehidupannya. Tentu, warga Nahdiyin yang hadir kali ini juga harus bisa meniru apa yang sudah Gus Muhaimin terapkan," tandas Prof Bambang. (R/L..).

TerPopuler