![]() |
| FOTO. Salah satu atlet Paralayang tengah mendarat di pendaratan Sky Lancing yang terhalang tiang listrik yang dipasang PLN. |
LOTENG, BL - Para pegiat hingga wasit cabang olahraga (cabor) Paralayang mengeluhkan keberadaan sejumlah tiang listrik milik PLN di Pendaratan Sky Lancing di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng).
Tiang listrik yang terpasang itu, sangat membahayakan keselamatan para atlet jika tidak segera ditangani.
Terlebih, saat ini, Sky Lancing menjadi venue Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026. Serta, venue Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 NTT-NTB.
Pengiat Paralayang NTB, Sony Ade Hermawan, mengatakan keberadaan tiang listrik tegangan tinggi dalam dunia dirgantara di sekitar pendaratan sangat berbahaya.
Hal itu, lantaran para atlet atau pilot yang terbang akan terhalang dan membahayakan jiwa mereka.
"Jadi, jika di sekitar pendaratan itu ada tiang listrik PLN. Itu berbahaya, enggak safety," tegasnya pada BERITA LOMBOK, Jumat 17 Juli 2026.
Menurut Sony Ade, keberadaan tiang listrik itu, menghalangi pandangan. Akibatnya, jika atlet atau pilot akan landing akan tersangkut.
Dia mengaku, saat latihan jelang Porprov beberapa hari lalu, sebanyak 2 orang atlet pemula sempat parasutnya tersangkut di tiang listrik, lantaran cuaca. Yakni, angin dalam kondisi kencang.
"Syukur saja kami bisa selamatkan. Tapi, kalau terus dibiarkan akan berbahaya untuk jiwa mereka," kata Sony Ade.
![]() |
| FOTO. Inilah tiang listrik PLN yang berjejer di pendaratan Sky Lancing yang menggangu keselamatan para atlet. |
Lebih lanjut dikatakannya bahwa pihaknya melalui pengelola Sky Lancing juga sudah bersurat ke pihak PLN terkait keberadaan tiang listrik tersebut.
Hanya saja, hal tersebut belum di indahkan hingga kini.
"Kalau untuk Porprov kami bisa mengakali. Tapi jika untuk kesiapan PON 2028, ini jelas bakal jadi ancaman dan kita bakal malu," ujar Sony Ade.
Pihaknya berharap agar venue Sky Lancing yang dikenal menjadi primadona dunia dirgantara, lantaran berulang kali menjadi lokasi tuan rumah seri kejuaraan dunia paralayang bertajuk Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC), akan ternoda akibat keberadaan tiang listrik tersebut.
"Kita ingin sebelum PON 2028, tiang listrik sudah enggak ada lagi. Minimal PLN harus paham akan keselamatan para atlet, dan bukan seenaknya memasang kayak sekarang," jelas Sony Ade.
![]() |
| FOTO. Salah satu atlet Cabor Paralayang tengah mencari haluan yang terhalang oleh tiang listrik untuk turun pendaratan di Sky Lancing saat Porprov 2026. |
Sementara itu, Wasit atau Juri Porprov NTB 2026, Thomas mengaku adanya tiang listrik tersebut sangat menggangu manuver para atlet.
Padahal, pendaratan harus bebas dari halangan apapun. Minimal 50 meter.
"Kalau sekarang, adanya tiang listrik kami akali dengan memberikan panduan ke atlet. Itu bagian dari kira ingin Porprov bisa berjalan. Tapi kalau pertandingan PON itu enggak bisa. Maka, jika enggak segera diambil tindakan, maka status Sky Lancing yang dikenal sudah mendunia akan terancam dipindahkan," tandas Thomas.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN NTB belum bisa dikonfirmasi BERITA LOMBOK.
Diketahui, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB tahun 2026 akan berlangsung mulai tanggal pada 16-26 Juli 2026.
Khusus, di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mendapat jatah untuk menggelar 11 cabang olahraga (cabor). Salah satunya, kawasan Sky Lancing yang menghelat cabor Paralayang, dan Gantole. (R/L..


