Dukung Pengelolaan PAD Transparan dan Akuntabel, Bank NTB Syariah Luncurkan DSPAD -->

Dukung Pengelolaan PAD Transparan dan Akuntabel, Bank NTB Syariah Luncurkan DSPAD

Rabu, 22 Juli 2026, Rabu, Juli 22, 2026

 

FOTO. Direktur Teknologi Informasi (IT) Bank NTB Syariah, Rully Feranata, saat mengenalkan System Pendapatan Asli Daerah (DSPAD).























MATARAM, BL – Bank NTB Syariah terus memperkuat transformasi digital dalam pengelolaan layanan publik melalui implementasi Digital System Pendapatan Asli Daerah (DSPAD).


DSPAD merupakan sistem terintegrasi yang dirancang untuk mendukung pengelolaan pendapatan daerah yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, wajib pajak, dan Bank NTB Syariah.


Inovasi tersebut telah diperkenalkan oleh Bank NTB Syariah di Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Jalan Udayana, Kota Mataram pada pada Senin 6 Juli 2026. 


Kehadiran DSPAD menjadi langkah strategis Bank NTB Syariah dalam mendukung digitalisasi tata kelola pemerintahan sekaligus mengoptimalkan pengelolaan PAD di Provinsi NTB..


Direktur Teknologi Informasi (IT) Bank NTB Syariah, Rully Feranata, mengatakan salah satu inovasi utama yang dikembangkan yakni, DSPAD.


Di mana, DSPAD merupakan sistem yang mengintegrasikan proses administrasi dan pembayaran pajak daerah antara pemerintah daerah, wajib pajak, dan Bank NTB Syariah.


Menurut Rully, inovasi tersebut merupakan bentuk sinergi antara bank pembangunan daerah dengan pemerintah daerah agar pengelolaan pendapatan daerah menjadi lebih efektif, transparan, dan akuntabel.


"Ini merupakan ikhtiar Bank NTB Syariah untuk mengharmonisasikan peran bank pembangunan daerah dengan pemerintah daerah. Tujuan utamanya adalah meningkatkan pendapatan daerah melalui sistem perpajakan dan distribusi yang lebih baik," ujarnya.


Rully menegaskan, bahwa DSPAD dirancang untuk memberikan kemudahan bagi pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan dan pengelolaan penerimaan pajak secara digital dan terintegrasi.


Mengingat, selama ini pemerintah daerah kesulitan mengetahui pembayaran yang masuk berasal dari jenis pajak apa dan apakah sudah sesuai dengan penetapan. 


"Dengan sistem ini seluruh proses menjadi transparan dan terintegrasi," tegasnya. 


Rully menjelaskan, adanya  DSPAD, tentuhya pemerintah daerah dapat memantau transaksi pajak secara real time, memperoleh data yang lebih akurat, serta meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan dalam pengelolaan pendapatan daerah. 


Sistem ini juga mendukung percepatan digitalisasi layanan pemerintah daerah sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib pajak melalui proses administrasi yang lebih mudah dan terukur.


Saat ini, katanya, DSPAD tengah memasuki tahap uji coba di tiga daerah, yaitu Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Dompu. 


"Pemilihan ketiga daerah tersebut dilakukan karena masing-masing memiliki karakteristik sumber penerimaan yang berbeda sehingga dapat menjadi representasi dalam pengembangan dan penyempurnaan sistem," jelasnya.


Rully menyebut, Kabupaten Lombok Barat memiliki karakteristik penerimaan yang didominasi oleh sektor pajak hotel dan restoran seiring tingginya aktivitas pariwisata dan jasa. 


Sementara, Kabupaten Lombok Timur memiliki karakteristik penerimaan daerah yang beragam sehingga menjadi representasi yang baik dalam pengujian sistem pengelolaan pajak daerah secara terintegrasi. 


"Adapun Kabupaten Dompu memiliki karakteristik penerimaan daerah yang berasal dari sektor sarang burung walet serta berbagai objek pajak daerah lainnya," katanya. 


Lebih lanjut dikatakan Rully, melalui tahap uji coba ini, Bank NTB Syariah bersama pemerintah daerah akan melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem secara berkelanjutan guna memastikan DSPAD dapat berjalan optimal, memberikan kemudahan bagi wajib pajak.


Serta, mendukung pemerintah daerah dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan dan pengawasan Pendapatan Asli Daerah (PAD).


Apalagi, ujar Rully, Bank NTB Syariah yang dikenal sebagai Bank Pembangunan Daerah yang terus bertransformasi, tentunya berkomitmen menghadirkan berbagai inovasi digital yang memberikan manfaat nyata bagi pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha. 


"Kehadiran DSPAD diharapkan mampu menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas tata kelola pendapatan daerah serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan," ungkapnya.


Rully menambahkan, adanya peluncuran DSPAD menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Bank NTB Syariah dalam menghadirkan layanan digital yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.


Hal ini, juga sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan publik yang modern, efisien, dan berbasis teknologi.


"Dengan semangat transformasi dan inovasi berkelanjutan, kami (Bank NTB Syariah) akan terus mengembangkan berbagai solusi digital yang mendukung penguatan layanan keuangan daerah, peningkatan kualitas pelayanan publik. Serta, percepatan pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan," tandasnya. (R/L...).

TerPopuler