![]() |
FOTO. Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin (tengah) didampingi para direksi saat memberikan keterangan persnya. |
MATARAM, BL – Bank NTB Syariah berupaya memperkuat pendanaan ritel atau retail funding guna memperbaiki struktur biaya dana perusahaan.
Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, mengatakan saat ini porsi dana bank masih cukup besar berasal dari deposito.
"Retail funding merupakan dana yang berasal dari masyarakat, perusahaan kecil, dan transaksi sehari-hari. Saat ini sebagian besar dana bank masih berasal dari deposito," ujarnya.
Menurut Nazaruddin, sekitar 50 persen sumber dana bank masih berada pada instrumen deposito yang memiliki biaya relatif tinggi.
Padahal, dana yang berasal dari transaksi masyarakat sebenarnya jauh lebih murah dibandingkan deposito.
"Biaya bagi hasil untuk deposito (investasi) cukup tinggi, sementara dana dari tabungan transaksi harian jauh lebih efisien," katanya.
Nazaruddin mencontohkan bank besar lainnya yang mampu memperoleh dana murah dari aktivitas transaksi nasabah.
"Inilah yang menjadi keunggulan bank besar di luar sana. Mereka mendapatkan dana murah dari transaksi sehingga dapat menawarkan bunga yang rendah. Kami terus berinovasi untuk bisa menjadi seperti itu agar margin yang kami berikan ke masyarakat kompetitif dan menjadi pilihan utama masyarakat NTB," jelasnya.
Nazaruddin menambahkan bahwa pihaknya akan fokus memperkuat penghimpunan dana ritel agar ketergantungan terhadap deposito dapat dikurangi. (R/L..).
