![]() |
| FOTO. H. Saifullah. |
MATARAM, BL - Anggota Fraksi DPRD Lombok Timur (Lotim) H. Saifullah, angkat bicara terkait berbagai isu dan komentar yang dinilai memojokkan Bendahara DPP Partai Golkar, Hj Sari Yuliati.
Saifullah menegaskan, adanya penilaian yang menyebut Wakil Ketua DPR RI ini, tidak bekerja untuk masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) NTB-2 (Pulau Lombok), dipastikan tidak tepat.
Alasannya, Sari Yuliati, justru dikenal sebagai pembela para guru madrasah selama ini.
"Kalau mau jujur, adanya peningkatan kesejahteraan dan pengakuan negara terhadap para guru madrasah, khususnya bagi mereka yang hingga saat ini
belum memiliki kepastian status. Itu adalah buah dari perjuangan Ibu Sari yang getol memperjuangkan nasib mereka," tegas Saifullah dalam pesan tertulisnya pada BERITA LOMBOK, Minggu 24 Mei 2026.
Menurut Saiful, saat momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) lalu, ribuan guru madrasah di Pulau Lombok, datang dengan sukarela, lantaran mereka mengetahui jika Sari Yuliati yang selama ini, selalu memperjuangkan nasib mereka.
Tidak hanya behenti disitu. Perjuangan Sari juga dibidang pendidikan. Juga, di antaranya kurang lebih 6.000
beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah berhasil di bagikannya.
"Di situ, sekitar 1.500 beasiswa PIP dari Kementerian Agama juga Bu Sari yang memperjuangankannya. Ini belum termasuk tersalurkannya 81 beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari Kementerian Pendidikan Tinggi dan sebanyak 90 beasiswa KIP dari Kementerian Agama," kata Saiful.
Lebih lanjut dikatakannya, perjuangan Sari Yuliati, tidak hanya di bidang pendidikan. Namun dia juga aktif memperjuangkan berbagai program infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari pembangunan irigasi pertanian hingga program perumahan bagi warga kurang mampu.
“Program irigasi untuk petani juga banyak diperjuangkan beliau di Kabupaten Lotim. Begitu juga bantuan perumahan untuk masyarakat kurang mampu. Ini kerja nyata yang dirasakan masyarakat,” ujar Saiful.
Terkait adanya pihak-pihak yang menilai Sari Yuliati belum maksimal bekerja setelah menjabat sebagai pimpinan DPR RI. Saiful meminta masyarakat memahami bahwa proses pembangunan dan penganggaran membutuhkan tahapan serta pembahasan yang tidak singkat.
“Beliau baru dilantik menjadi pimpinan DPR RI. Artinya, banyak program masih dalam proses usulan, pembahasan, dan penganggaran. Kita tentu berharap akan ada lebih banyak gebrakan untuk Pulau Lombok yang selama ini menjadi basis utama pendukung beliau,” jelasnya.
Saiful juga menilai kritik yang berkembang kemungkinan datang dari pihak-pihak yang belum mengenal dekat sosok Sari Yuliati maupun perjalanan pengabdiannya kepada masyarakat.
“Mungkin yang memberikan komentar buruk belum mengenal beliau secara dekat, bahkan mungkin juga bukan bagian dari masyarakat yang mendukung beliau saat pileg lalu,” tandasya. (R/L..)
