Penyuluh Pertanian jadi ASN Pusat, Bank NTB Syariah Alihkan Pembiayaan ke BSI -->

Penyuluh Pertanian jadi ASN Pusat, Bank NTB Syariah Alihkan Pembiayaan ke BSI

Selasa, 17 Februari 2026, Selasa, Februari 17, 2026

FOTO. Regional CEO RO XII Surabaya Bali Nusra BSI, Muhammad Arif Gunawan saat menghadiri PKS antara Bank NTB Syariah dan BSI menyikapi perubahan status kepegawaian para penyuluh pertanian yang kini menjadi ASN Pusat di bawah Kementerian Pertanian. 
























MATARAM, BL – PT Bank NTB Syariah mengalihkan (take over) portofolio pembiayaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Penyuluh Pertanian kepada PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). 


Langkah ini dilakukan sebagai respons atas perubahan status kepegawaian para penyuluh pertanian yang kini menjadi ASN Pusat di bawah Kementerian Pertanian.


Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) berlangsung di Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Jalan Udayana, Mataram, Kamis 12 Februari 2026. 


Kegiatan tersebut dihadiri Regional CEO RO XII Surabaya Bali Nusra BSI, Muhammad Arif Gunawan.


Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, mengatakan bahwa, pengalihan dilakukan sebagai bagian dari komitmen perseroan dalam menerapkan tata kelola perbankan yang sehat dan prudent. 


Apalagi, penguasaan arus kas (cash flow) menjadi pilar utama dalam menjaga kualitas pembiayaan, baik pada segmen konsumer maupun produktif.


"Konsep dasar pembiayaan yang berlaku secara universal di industri perbankan adalah pihak yang memberikan pembiayaan idealnya adalah pihak yang menguasai cash flow. Mengingat per 1 Januari 2026 gaji atau payroll para penyuluh pertanian beralih ke BSI seiring perubahan status mereka menjadi ASN Pusat, maka manajemen memutuskan untuk menyerahkan pengelolaan pembiayaan ini kepada bank yang menguasai payroll tersebut,” jelas Nazaruddin.


Dia menegaskan, pengalihan portofolio tersebut mencakup outstanding pembiayaan sekitar Rp57 miliar. 


Untuk itu, melalui kerja sama ini, Bank NTB Syariah memastikan nasabah tetap memperoleh kepastian layanan.


"Ini juga sekaligus memitigasi risiko kredit secara otomatis karena penguasaan payroll berada di bank penerima," tegas Nazaruddin.


Sementara itu, Direktur Dana dan Jasa Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan implementasi disiplin tata kelola.


Selanjutnya, sebagai bentuk kolaborasi produktif antarperbankan syariah. 


"Sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD), orientasi Bank NTB Syariah adalah Bank Daerah untuk Daerah," katanya. 


Menurut Adhi, pihaknya mengedepankan prinsip utama, yakni setiap pembiayaan memiliki sumber pengembalian yang terukur.


Sebab, katanya, penguasaan cash flow para penyuluh kini berada di BSI, sehingga pengalihan ini merupakan langkah strategis untuk menyelaraskan manajemen risiko dengan kondisi riil di lapangan.


"Harapan kita, kualitas pembiayaan tetap berada dalam kategori sehat dan kami dapat lebih fokus dalam mengoptimalkan sumber daya untuk mendukung akselerasi pembangunan di NTB,” ujar Adhi.


Ia menegaskan, kerjasama ini menjadi potret sinergi di industri keuangan syariah. 


"Kita tidak hanya bicara soal kompetisi, tapi bagaimana bersinergi untuk menjaga kualitas aset tetap prima. Fokus kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian demi pertumbuhan bank yang berkelanjutan,” jelas Adhi menegaskan.


Sebelumnya, Bank NTB Syariah juga melakukan langkah serupa bersama BPD Bali. 


Saat itu, Bank NTB Syariah menerima pengalihan outstanding pembiayaan ASN Daerah senilai Rp65 miliar dari BPD Bali sebagai bagian dari kepatuhan terhadap implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).


“Hari ini, kita melakukan hal yang sama dengan BSI, namun dalam posisi menyerahkan portofolio. Ini adalah bentuk sinergi yang sehat antarlembaga keuangan syariah. Dengan langkah yang terukur dan prudent seperti ini, Insya Allah kita dapat terus menjaga pertumbuhan bank yang berkelanjutan dan kualitas aset yang tetap prima,” tandas Nazaruddin.


Penandatanganan PKS tersebut diharapkan memperkuat ekosistem keuangan syariah di NTB. 


Juga, memastikan transisi administratif para ASN Penyuluh Pertanian berjalan lancar tanpa hambatan layanan perbankan. (R/L)..

TerPopuler