![]() |
MATARAM, BL — PT Bank NTB Syariah resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT Bank Maybank Indonesia Tbk melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Jakarta, Rabu 9 September 2026..
MoU difokuskan untuk mendukung peningkatan layanan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat bagi Pekerja Migran Indonesia (KUR PMI), khususnya bagi masyarakat di Provinsi NTB.
Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah, Agus Suhendro, bersama perwakilan PT Bank Maybank Indonesia Tbk, yakni Golfina Kusmarningrum selaku Head of Financial Institution Group dan R. B. Raditya Yudhanegara selaku Head of Sharia Global Banking, melakukan penandatanganan MoU tersebut
Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah, Agus Suhendro, mengatakan, bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah strategis Bank NTB Syariah dalam memperluas akses layanan keuangan yang aman, inklusif, dan bermanfaat bagi masyarakat NTB, khususnya para pekerja migran.
Agus menjelaskan, merujuk data penempatan PMI tahun 2024, Provinsi NTB menempati posisi keempat sebagai provinsi asal Pekerja Migran Indonesia terbanyak secara nasional, setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
"Posisi ini menunjukkan besarnya potensi dan peran strategis NTB dalam ekosistem Pekerja Migran Indonesia. Oleh karena itu, Bank NTB Syariah berkomitmen untuk menghadirkan dukungan layanan keuangan yang semakin komprehensif bagi PMI, mulai dari akses pembiayaan hingga kemudahan layanan transaksi keuangan," ujarnya.
Menurut Agus, melalui kemitraan strategis bersama Maybank Indonesia, pihaknya berharap penyaluran KUR PMI dapat semakin optimal, efektif, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi PMI asal NTB,.
Apalagi, selain memperkuat skema pembiayaan KUR PMI, Nota Kesepahaman tersebut juga membuka peluang pemanfaatan kapabilitas jaringan regional serta layanan correspondent banking Malayan Banking Berhad (Maybank Group).
Di mana, layanan transaksi remitansi atau pengiriman uang, baik dari luar negeri ke Indonesia (inward remittance) maupun dari Indonesia ke luar negeri (outward remittance), diharapkan dapat semakin mudah diakses oleh PMI dan keluarganya.
"Kemudahan tersebut didukung oleh konektivitas sistem pembayaran dan solusi digital yang terintegrasiz" tegas Agus.
Lebih lanjut dikatakannya bahwa MoU ini tidak hanya berfokus pada pembiayaan KUR PMI dan kemudahan layanan remitansi lintas negara. Namun juga membuka peluang yang lebih luas untuk menjajaki kerja sama produk dan layanan perbankan syariah lainnya pada masa mendatang.
Agus menambahkan, melalui kemitraan strategis ini, pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem layanan keuangan bagi PMI. Hal ini, juga sekaligus mendorong pemberdayaan finansial masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah di NTB.
"Kemitraan ini, akan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi PMI, mulai dari akses pembiayaan sebelum keberangkatan hingga kemudahan transaksi keuangan dan remitansi, sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan perbankan yang semakin inklusif, terintegrasi, dan berkelanjutan," tandasnya. (R_L...).
