Komisi II DPRD NTB Minta Rekonstruksi Sade Kedepankan Nilai Budaya Sasak -->

Komisi II DPRD NTB Minta Rekonstruksi Sade Kedepankan Nilai Budaya Sasak

Senin, 21 September 2026, Senin, September 21, 2026

 


FOTO. Lalu Pelita Putra






















MATARAM, BL - Komisi II DPRD NTB mengingatkan Pemprov dan Pemkab  Lombok Tengah (Loteng), agar rekonstruksi Kampung Adat Sade tidak boleh asal-asalan. Apalagi main-main hanya sekadar mengejar perhelatan MotoGP Mandalika 2026 pada 9-12 Oktober. 


"Kami tidak menghendaki rekonstruksi Kampung Adat Sade hanya mengejar event MotoGP Mandalika, khawatirnya nanti pembangunan konstruksinya asal jadi, sehingga nilai budaya lokal diabaikan," tegas Ketua Komisi II DPRD NTB Lalu Pelita Putra pada wartawan, Sabtu 19 September 2026.



Politisi PKB ini, menegaskan bahwa Sade merupakan ikon wisata budaya NTB yang merepresentasikan budaya suku Sasak melalui arsitektur, tata perilaku, benda pusaka, pakaian tenun, hingga kesenian.


Karena itu, rumah adat dan alang atau lumbung, harus menjadi bagian penting yang wajib dikembalikan dalam rekonstruksi.


"Kebakaran Kampung Sade ini, bukan sekadar kebakaran biasa. Tapi ini adalah kebakaran kebudayaan. Jadi, enggak bisa penangananya asal kejar target MotoGP langsung bisa dilakukan. Tapi perlu cari waktu yang tepat dan hati-hati," ujar Pelita Putra. 


Pihaknya berharap agar Pemprov NTB dan pemkab Loteng, agar duduk bareng dengan tokoh masyarakat Desa Sade guna menentukan nilai budaya yang harus dikembalikan.


Sebab, masyarakat tentu memiliki memori kolektif mengenai bentuk, fungsi dan peninggalan budaya yang sebelumnya ada di Sade. 


Apalagi, penataan bangunan yang berdekatan merupakan bagian dari karakter kehidupan komunal masyarakat Sasak. 


"Silahkan dilakukan pembangunan ulang dengan sentuhan teknologi. Misalnya rumah aman dengan dilengkapi sistem proteksi kebakaran tapi desaian, dan tata letak bangunan agar bisa melibatkan masyarakat Sade. 




Pemerintah Provinsi NTB mendorong pembangunan Museum Sade, Desa Rembitan Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah tuntas sebelum perhelatan MotoGP Mandalika 2026 yang akan dilaksanakan pada 9-12 Oktober 2026. Pembangunan museum sebelum pelaksanaan MotoGP menjadi salah satu upaya Pemprov NTB untuk menggerakkan kembali ekonomi warga Dusun Sade pascakebakaran yang membakar hangus kampung adat itu pada Sabtu, 22 Agustus 2026 lalu.


Asisten II Setda NTB, Lalu Moh. Faozal, mengatakan ada tiga fokus utama Pemprov NTB untuk mengembalikan kembali ekonomi dan aktivitas warga Sade. Di antaranya membangun museum dan fasilitas ekonomi Dusun Sade, membentuk master plan secara utuh, serta relokasi ratusan Kepala Keluarga (KK) yang ada di dusun tersebut.


“Yang pasti dalam waktu dekat akan kita bangun museum, satu masjid Sade, kemudian sekenem atau gazebo agar aktivitas ekonomi segera dimulai, dan akan dibangun toilet,” ujarnya, Jumat (18/9) kemarin. 


Untuk relokasi warga, Faozal mengaku saat ini telah disiapkan 40 rumah yang dibangun pada tahun 2018 lalu yang bisa ditempati oleh warga yang jadi korban kebakaran. Pemerintah juga akan membangun beberapa unit rumah lainnya untuk warga Sade.


“Kita sedang mencoba mendekati masyarakat supaya mau menggunakan rumah itu. Sebelum rumah yang ada di dalam kawasan Sade sendiri sedang kita pastikan untuk dimulai rekonstruksinya,” katanya. 


Faozal menjelaskan bahwa anggaran pembangunan ulang sejumlah fasilitas di Dusun Sade dilakukan keroyokan. Tidak hanya bersumber dari APBN maupun APBD. Misalnya saja, pembangunan museum didanai oleh PT Amerta Indah Otsuka, perusahaan yang memproduksi Pocari Sweat. Sementara, pembangunan masjid Sade akan didanai oleh MIM Foundation.


“Kemudian Sekenem akan diselesaikan oleh Blue Bird. Toilet oleh Dharma Lautan Utama (DLU),” tandasnya. (R/L..).

TerPopuler