![]() |
| FOTO. FOTO. Iwan Panjidinata. |
MATARAM, BL - Komisi IV DPRD NTB mengapresiasi kinerja Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) setempat. Hal itu menyusul, meski dengan minim anggaran yang diberikan oleh Pemprov NTB selama ini.
Namun sejumlah program inovasi untuk mendukung kemajuan daerah berhasil dilakukan. Terbaru, Brida NTB meluncurkan rumah inovasi daerah yang menghimpun para peneliti lokal untuk masuk dan bergabung mengembangkan produk lokal.
Anggota Komisi IV DPRD NTB Iwan Panjidinata mengatakan, ditengah kondisi fiskal daerah efek pemotongan TKD yang dilakukan pemerintah pusat pada semua pemda di Indonesia, seharusnya Pemprov NTB melalui TAPD setempat tidak juga memangkas anggaran untuk program riset daerah.
Sebab, program riset daerah ini, merupakan ruang kolaborasi yang menghubungkan hasil riset dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha, serta potensi produk daerah.
"Kami angkat topi dengan jajaran Brida NTB. Mereka tidak putus arah dengan pemangkasan anggaran. Itu terlihat saat RDP dengan Komisi IV, justru program riset daerah malah kian banyak dengan menggandeng perguruan tinggi dan kalangan dunia usaha," ujar Iwan pada BERITA LOMBOK, Jumat 18 September 2026
Menurut Politisi Gerindra ini, peluncuran Sayembara Riset dan Inovasi Daerah bagi Peneliti Muda Tahun 2026 yang dilakukan Brida setempat, justru banyak diminati masyaakat.
Iwan mengaku animo muncul tidak hanya datang dari kalangan perguruan tinggi. Namun juga para pemuda dari desa-desa yang sudah mengajukan proposal mereka sejauh ini.
Menurutnya, hal ini merupakan langkah strategis guna menghimpun gagasan inovatif demi menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.
Apalagi, ada sebanyak 15 proposal riset terbaik yang terpilih nantinya akan memperoleh dana stimulus sebesar Rp30 juta per proposal (total pendanaan Rp450 juta). Tak hanya dana hibah, para pemenang juga akan mendapatkan pendampingan intensif dari Tim Evaluasi hingga tahap implementasi.
"Saya kira kedepan, program riset daerah ini harus banyak diberikan porsi anggaran yang memadai karena akan juga mampu menjadi sebuah platform untuk mengentaskan kemiskinan dan problem daerah selama ini, seperti negara-negara maju, semisal Jepang, Singapura dan Amerika Serikat yang memperbesar dana riset mereka selama ini," jelas Iwan Panjidinata. (R/L..).
