BRIDA NTB Ajak Guru Besar Unram Perkuat Riset Pembangunan Daerah -->

BRIDA NTB Ajak Guru Besar Unram Perkuat Riset Pembangunan Daerah

Senin, 21 September 2026, Senin, September 21, 2026

 

FOTO. Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB, I Gede Putu Aryadi (tengah) saay mewakili Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menghadiri pengukuhan enam guru besar tetap dalam Rapat Senat Terbuka, kemarin. 























MATARAM, BL - Universitas Mataram (UNRAM) mengukuhkan enam guru besar tetap dalam Rapat Senat Terbuka, Kamis, 10 September 2026. Pengukuhan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pembangunan NTB.


Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB, I Gede Putu Aryadi, mengatakan bahwa bertambahnya guru besar di UNRAM membuka peluang yang lebih besar untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Kepakaran para guru besar diharapkan dapat diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan, mulai dari kemiskinan dan ketahanan pangan hingga pengembangan pertanian, peternakan, kelautan, maritim, dan pariwisata.


Menurut Gede, Pemerintah Provinsi NTB membutuhkan dukungan riset yang tidak berhenti pada publikasi ilmiah. Hasil penelitian perlu diterapkan dan dikembangkan melalui proses hilirisasi agar dapat menjadi solusi bagi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian visi NTB Makmur Mendunia.


“Pengukuhan guru besar ini menambah optimisme kita untuk memperkuat pembangunan NTB melalui ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi,” ujarnya.


Gede menegaskan bahwa, pihaknya terus mendorong pemanfaatan hasil riset melalui pendampingan inovasi dan hilirisasi. Berbagai penelitian mulai diarahkan untuk mendukung program pembangunan, termasuk pengembangan energi hijau, pengelolaan limbah, serta penguatan sektor pertanian, peternakan, dan kelautan. 


"Kami (BRIDA) juga membuka ruang bagi peneliti muda untuk mengembangkan riset yang memiliki potensi menjawab persoalan pembangunan daerah," tegasnya. 


Gede menyebut, selain menghasilkan penelitian baru, pihaknya juga tengah mengidentifikasi ribuan hasil riset yang telah tersedia untuk melihat potensi pemanfaatannya sebagai bahan masukan dan alternatif kebijakan pemerintah daerah. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat proses pengambilan kebijakan berbasis data dan bukti.


Karena itu, kata dia, pihaknya mengajak UNRAM dan para guru besar yang baru dikukuhkan untuk memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah. 


Di mana,  hasil orasi ilmiah dan kepakaran para guru besar dapat ditindaklanjuti melalui forum diskusi, penelitian bersama, dan program hilirisasi yang terukur.


Gede menambahkan, kolaborasi tersebut diharapkan menjadikan perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan. 


"Dengan demikian, pengukuhan enam guru besar UNRAM dapat menjadi awal dari kontribusi yang lebih nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat NTB," ucapnya. 


Sementara itu, Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr. Sukardi, menegaskan bahwa pengukuhan guru besar bukan akhir perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Guru besar, menurutnya, tidak cukup mengukur keberhasilan dari jumlah publikasi, tetapi juga perlu melihat seberapa jauh ilmu pengetahuan mampu menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat.


Rektor UNRAM juga mendorong para guru besar untuk aktif hadir di ruang publik. Melalui media sosial dan berbagai saluran komunikasi, akademisi diharapkan mampu memberikan penjelasan berbasis bukti, meluruskan informasi yang keliru, dan meningkatkan literasi masyarakat. Kehadiran guru besar di ruang publik, menurutnya, seharusnya tidak berorientasi pada popularitas, tetapi pada manfaat dan dampak pengetahuan.


Di lingkungan kampus, para guru besar juga diharapkan menjadi mentor bagi dosen dan peneliti muda. 


"Kolaborasi dalam penelitian, publikasi, jejaring akademik, dan kerja sama internasional dinilai penting untuk membangun ekosistem akademik yang berkelanjutan serta menyiapkan generasi akademisi berikutnya," ujar Prof Sukardi.  (R/L..).

TerPopuler