232 Proposal Riset dan Inovasi Daerah Masuk, BRIDA NTB Fokus ke Kebutuhan Pembangunan dan Hasilkan Solusi -->

232 Proposal Riset dan Inovasi Daerah Masuk, BRIDA NTB Fokus ke Kebutuhan Pembangunan dan Hasilkan Solusi

Senin, 21 September 2026, Senin, September 21, 2026

 

FOTO. 
FOTO. Kepala BRIDA NTB Gede Putu Aryadi. 




















MATARAM, BL -  Sebanyak 232 proposal yang mengikuti Sayembara Riset dan Inovasi Daerah Provinsi NTB Tahun 2026 yang digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) setempat dinyatakan lolos seleksi administrasi. 


Ratusan proposal yang masuk itu, dipastikan melampaui perkiraan awal. Akibatnya, Tim Evaluasi Riset dan Inovasi Daerah perlu menyesuaikan mekanisme penilaian agar proses seleksi tetap efektif, objektif, dan terukur.


Kepala BRIDA NTB Gede Putu Aryadi mengatakan bahwa lantaran banyaknya proposal yang masuk, maka pihaknya menyepakati pentingnya pemetaan proposal berdasarkan tiga tema prioritas, yaitu ketahanan pangan, pariwisata berkelanjutan, dan pengentasan kemiskinan ekstrem. 


"Pemetaan menyasar, sebaran proposal pada setiap tema. Juga proses penilaian dibagi secara proporsional sesuai jumlah dan karakteristik proposal," ujarnya pada wartawan usai memimpin rapat lanjutan pembahasan Sayembara Riset dan Inovasi Daerah Tahun 2026 Tahap 1, Sabtu 19 September 2026.


Gede menegaskan bahwa, hasil pemetaan akan menjadi dasar pembagian proposal kepada evaluator sesuai kapasitas dan bidang keahlian. Setiap evaluator kemudian melakukan penilaian awal sebelum hasilnya dibandingkan dan dibahas bersama. 


Menurutnya, mekanisme ini diharapkan dapat mengurangi subjektivitas dan memberikan kesempatan yang proporsional bagi setiap tema untuk menghasilkan proposal terbaik.


Apalagi, pada tahap substansi, tim tidak lagi berfokus pada aspek administratif yang telah dinilai sebelumnya. 


"Penilaian diarahkan pada kualitas rumusan masalah, kebaruan, metodologi, relevansi dengan prioritas pembangunan, serta kelayakan dan dampak luaran. Potensi hasil riset untuk dikembangkan menjadi produk atau solusi yang dapat diterapkan juga menjadi perhatian penting dalam proses seleksi," jelas Gede. 


Dia menegaskan bahwa penilaian tidak cukup dilakukan berdasarkan judul proposal. Hal itu, lantaran tim perlu melihat kualitas substansi dan peluang setiap riset untuk menghasilkan manfaat nyata bagi pembangunan daerah.


“Yang kita pilih bukan hanya judul yang bagus, tetapi yang substansinya kuat dan bisa dikembangkan sampai menghasilkan produk atau solusi,” tegas Gede.


Ia menjelaskan, tema proposal yang masuk cukup beragam, antara lain digitalisasi, kemiskinan, maritim, serta pengembangan herbal berbasis potensi lokal. Keragaman tersebut menunjukkan adanya peluang bagi riset daerah untuk menjawab berbagai kebutuhan pembangunan di NTB.


BRIDA NTB, kata Gede, selanjutnya akan mengarahkan riset terpilih untuk mendapatkan pendampingan dan pengembangan melalui tahapan inkubasi inovasi pada 2027.


"Hasil riset yang memiliki potensi ekonomi dan sosial akan diarahkan menuju hilirisasi agar manfaatnya tidak berhenti pada rekomendasi, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk atau solusi yang terukur," ujarnya. 


Gede menambahkan, adanya proses seleksi yang lebih terarah, diharapkan akan lahir riset unggulan yang tidak hanya memenuhi standar ilmiah, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pembangunan.


"Terpenting, riset yang dihasilkan akan memiliki peluang untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat NTB," tandasnya.  (R/L..)

TerPopuler