Hadiri SARDATNAS ke VII KSR PMI UIN Mataram, Lalu Doddy Tekankan Relawan Ujung Tombak PMI! -->

Hadiri SARDATNAS ke VII KSR PMI UIN Mataram, Lalu Doddy Tekankan Relawan Ujung Tombak PMI!

Selasa, 25 Agustus 2026, Selasa, Agustus 25, 2026
FOTO. Plt Ketua PMI NTB NS Lalu Doddy Setiawan saat menyampaikan sambutannya.































MATARAM, BL - Korps Sukarela (KSR) PMI Unit UIN Mataram menggelar Pelatihan Pertolongan Pertama Search and Rescue Darat Nasional (SARDATNAS) ke VII, Senin sore (24/8) kemarin.


Plt Ketua PMI NTB NS Lalu Doddy Setiawan bersama Gubernur yang diwakili Kepala BPBD NTB Sadimin hadir dalam kesempatan itu. 


Lalu Doddy mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi KSR PMI Unit UIN Mataram yang rutin menggelar kegiatan SARDATNAS tersebut.


Menurutnya,  dengan banyaknya potensi ancaman bencana alam yang berada di provinsi NTB, maka diperlukan adanya sebuah kesiapsiagaan.


Terlebih, sesuai arahan Ketua Umum Jusuf Kalla, maka semua relawan PMI harus memiliki satu prinsip. Yakni, maksimal enam jam setelah bencana, sudah berada di lapangan.


Karenanya, relawan adalah ujung tombak PMI, sementara pengurus berfungsi sebagai pengambil kebijakan.


"Tentu, peserta yang hadir hari ini, mereka adalah manusia pilihan yang siap menjadi penolong bagi sesamanya. Tidak semua bisa tergerak mau dan peduli pada aktivitas kemanusian. Tapi, adek-adek yang mau bergabung ke KSR PMI Unit UIN Mataram, adalah mereka yang siap membantu dan memiliki kesiapsiagaan pada potensi bencana di NTB," ujar Doddy dalam sambutannya. 


FOTO. Para peserta Pelatihan Pertolongan Pertama Search and Rescue Darat Nasional (SARDATNAS) ke VII UIN Mataram dan para narasumber dan tamu undangan. 





Dia menegaskan, dalam setiap melakukan aktivitas pertolongan, khususnya dalam penanganan kebencanaan memerlukan ilmu, keterampilan, dan prosedur yang benar.


Hal ini, agar pertolongan yang diberikan dapat berjalan efektif dan aman.


Untuk itu, setiap rangkaian dan tahapan kegiatan pelatihan SARDATNAS ini agar benar-benar dipahami dengan serius dan seksama.


"Kami (PMI NTB) siap melakukan pembinaan secara intensif pada KSR perguruan tinggi. Salah satunya, UIN Mataram. Insya Allah, segala event kemanusian yang membutuhkan penanganan bantuan PMI NTB, kami akan juga melibatkan adek-adek KSR UIN Mataram. Selamat bergabung di relawan kemanusian," tegas  Doddy. 


Dia menekankan agar seluruh peserta mengikuti arahan instruktur selama pelatihan berlangsung. Sehingga, pemahaman fungsi dan penggunaan setiap peralatan sebelum digunakan di lapangan akan benar-benar bisa dilakukan. 


"Pelatihan SARDATNAS akan ada peralatan yang akan digunakan. Maka, sebelum dioperasikan, semua arahan instruktur dan tata tertib yang berlaku selama pelatihan agar benar-benar bisa dipahami dengan seksama," kata Lalu Doddy. 


Sementara itu, Gubernur NTB yang diwakili Kepala BPBD NTB Sadimin mengaku, pihaknya juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif KSR PMI UIN Mataram yang telah menggelar kegiatan ini.



FOTO. Plt Ketua PMI NTB bersama KSR PMI Unit UIN Mataram. 



Menurutnya, pelatihan  SARDATNAS ini merupakan sebuah ikhtiar mulia dalam membangun kapasitas masyarakat untuk menghadapi kondisi darurat. 


Sadimin menekankan bahwa Provinsi NTB memiliki berbagai potensi ancaman bencana alam. Karenanya, kesiapsiagaan harus menjadi sebuah budaya dan masyarakat tidak boleh hanya bergerak setelah bencana terjadi. 


"Jadi, penanggulangan bencana itu, membutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor yang kuat antara pemerintah, TNI/Polri, PMI, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga para relawan yang senantiasa menjadi kekuatan penting di garis terdepan," ujarnya. 


Sadimin mengatakan bahwa keselamatan personel SAR harus selalu menjadi perioritas utama dengan senantiasa memegang rumus baku. Yakni, aman bagi penolong dan aman bagi korban, sehingga relawan mampu menolong tanpa menjadi korban.


"Maka, saya minta para peserta sama kayak Ketua PMI NTB, agar serius dalam menyelematkan nyawa manusia, selanjutnya menjadi agen edukasi kesiapsiagaan di lingkungannya masing-masing. Serta, senantiasa membangun jaringan dan solidaritas tim antar relawan," tandasnya.  (R/L..).

TerPopuler