![]() |
| FOTO. Para siswa MAN 1 Mataram terlihat antusias mengikuti kegiatan donor darah |
MATARAM, BL — MAN 1 Mataram kembali mengelar kegiatan donor darah di halaman sekolah, Rabu 28 Januari 2026.
Menariknya, dalam aksi sosial ini, pihak sekolah melibatkan para siswanya yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) dan Palang Merah Remaja (PMR) untuk berkolaborasi bersama UDD PMI Lombok Barat (Lobar) dalam kegiatan tersebut.
Kepala MAN 1 Mataram, Lalu Syauki, M.Pd, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan donor darah yang digagas oleh PMR dan OSIM.
Menurutnya, bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bernilai sosial, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi peserta didik.
“Donor darah ini tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi peserta didik, khususnya dalam menumbuhkan empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Sementara itu, Waka Kesiswaan MAN 1 Mataram Maryam, menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh pimpinan madrasah, sehingga kegiatan donor darah dapat terlaksana dengan baik.
Dirinya berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin dan menjadi agenda sosial madrasah.
Mengingat, katanya, adanya hal ini, tentu menunjukkan peran MAN 1 Mataram yang tidak hanya sebagai lembaga pendidikan akademik.
Namun juga sebagai institusi yang aktif menanamkan nilai-nilai kemanusiaan.
"Hari ini, panitia mengusung tema yakni, Setetes Darah yang Anda berikan adalah harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang. Tentunya, semangat ini, relevan untuk menanamkan para siswa mampu menjadi pahlawan kemanusiaan kedepanya," tegas Maryam menandaskan.
Terpisah, Wakil Ketua Bidang Infokom PMI NTB, Fahrul Mustofa, turut memberikan apresiasi kepada MAN 1 Mataram atas terselenggaranya kegiatan donor darah tersebut.
Sebab, adanya kegiatan ini sangat membantu masyarakat yang membutuhkan transfusi darah.
“Kegiatan donor darah ini dapat memberikan manfaat bagi saudara-saudara kita yang sedang sakit dan membutuhkan darah. Setetes darah sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” tegasnya.
Fahrul menyebut bahwa saat ini, kebutuhan darah untuk tiga rumah sakit di Pulau Lombok. Yakni, RSUP NTB, RSUD Lombok Barat dan RSUD Kota Mataram, mencapai sebanyak 3.500 kantong perbulannya.
Hanya saja, UDD PMI Lobar, sejauh ini, baru mampu menyediakan sebanyak kurang lebih setengah dari kebutuhan yang dimaksud.
"Untuk memenuhi kekurangan pasokan darah ini. Para pengurus PMI Lobar dibawah kepemimpinan Pak Haris memiliki program untuk jemput bola. Hal ini, untuk mengurangi beban keluarga pasien yang banyak membutuhkan darah selama ini," jelasnya.
Fahrul yang juga Sekretaris PWI NTB ini, menjelaskan bahwa jika merujuk jumlah usia produktif di Kabupaten Lobar dan Kota Mataram yang berjumlah sebanyak 800 ribu orang.
Seharusnya, jika sekitar 0,5 persen dari jumlah tersebut bisa mendonorkan darahnya secara rutin setiap bulan, tentunya target yang dibutuhkan dalam memenuhi kebutuhan darah di RSUD NTB akan dapat terpenuhi.
Apalagi, manfaat donor darah dari berbagai penelitkan terungkap jika seseorang rutin mendonorkan darahnya, maka segala penyakit akan sulit masuk.
"Kalau semua sadar, bahwa di kota-kota besar dunia, sejauh ini, donor darah ini, sudah menjadi gaya hidup. Namun belum di NTB. Padahal, jika orang mendonorkan darahnya, maka resiko penyakit jantung dan stroke dapat dikurangi. Bahkan, anemia juga bisa hilang," tegas Fahrul.
Untuk itu, pihaknya tak lupa mengucapkan terima kasih kepada MAN 1 Mataram yang telah melibatkan ratusan siswa serta bapak dan ibu guru dalam aksi kemanusiaan tersebut.
"Semoga kegiatan mulia yang dilakukan MAN 1 Mataram ini dapat terus berlanjut, mengingat kebutuhan darah di masyarakat terus meningkat setiap waktu. Apalagi, manfaat donor darah selain membantu sesama. Juga membantu kesehatan bagi pendonornya," tandas Fahrul Mustofa. (R/L).
