Bank NTB Syariah Tularkan Keberhasilan Digitalisasi Pasar Dasan Agung ke Tiga Pasar di Mataram -->

Bank NTB Syariah Tularkan Keberhasilan Digitalisasi Pasar Dasan Agung ke Tiga Pasar di Mataram

Rabu, 28 Januari 2026, Rabu, Januari 28, 2026

 

FOTO. Petugas Bank NTB Syariah tengah berbicara dengan salah satu pasar tradisional di Kota Mataram terkait manfaat menggunakan QRIS. 
























MATARAM, BL - Perluasan  ekosistem layanan perbankan digital mulai dilakukan Bank NTB Syariah. 


Kali ini, bank kebanggaan warga NTB ini, membuka fasilitas Pojok NTBS di tiga pasar tradisional strategis di Kota Mataram.


Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas keberhasilan implementasi digitalisasi transaksi di Pasar Dasan Agung.


Direktur Utama Bank NTB Syariah Nazaruddin, mengatakan bahwa perluasan layanan ini bertujuan mendekatkan akses perbankan syariah kepada pedagang pasar sekaligus memastikan proses transisi dari transaksi tunai ke non-tunai berjalan berkelanjutan.


"Keberhasilan digitalisasi di Pasar Dasan Agung menjadi pijakan kami untuk memperluas model yang sama di pasar lain. Saat ini tercatat sudah ada 129 merchant aktif menggunakan QRIS, dan respons pedagang sangat positif," ujarnya. 


Menurut Nazaruddin, pemilihan tiga pasar tradisional tersebut didasarkan pada potensi ekonomi lokal dan tingginya minat pedagang dalam memanfaatkan sistem pembayaran digital.


"Khususnya, QRIS, sebagai sarana transaksi harian," ucapnya. 


Nazaruddin mengatakan, Pojok NTBS tidak hanya berfungsi sebagai titik layanan perbankan, tetapi juga menjadi pusat literasi keuangan digital bagi pedagang. 

Melalui fasilitas ini, Bank NTB Syariah memberikan pendampingan langsung agar pedagang dapat mengoperasikan layanan perbankan digital secara mandiri dan aman.


"Pojok NTBS kami siapkan sebagai ruang konsultasi real time, terutama bagi pedagang yang mengalami kendala teknis saat bertransaksi non-tunai. Ini bagian dari upaya membangun kepercayaan dan kenyamanan pedagang," jelasnya. 


Nazaruddin menegaskan bahwa selain layanan pengaduan cepat terkait transaksi QRIS, Pojok NTBS juga menyediakan pendampingan merchant dalam penggunaan aplikasi perbankan digital.


Selanjutnya, sosialisasi produk pembiayaan syariah yang menyasar sektor produktif.


Terlebih, kata Nazaruddin, saat ini Bank NTB Syariah mengarahkan fokus pembiayaannya pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penggerak utama ekonomi daerah, sejalan dengan semangat penguatan ekonomi kerakyatan.


"Hingga Desember 2025, transaksi QRIS di pasar-pasar tradisional NTB menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten, baik dari sisi frekuensi maupun nilai transaksi. Saldo rekening pedagang juga terus meningkat setiap bulan," paparnya. 


Lebih lanjut dikatakan Nazaruddin, dirinya optimis atas  kehadiran Pojok NTBS di lebih banyak pasar tradisional. 


Hal ini, dirasa akan mempercepat peningkatan inklusi keuangan syariah di Kota Mataram. Mengingat, Bank NTB Syariah menargetkan perluasan ini mampu memberikan dampak signifikan terhadap transformasi ekonomi pasar rakyat hingga akhir 2026.


“Sinergi antara perbankan, pedagang, dan pemerintah daerah menjadi kunci agar digitalisasi pasar benar-benar memberi manfaat langsung bagi masyarakat," tandas Nazaruddin. (R/L..).

TerPopuler