Warga KLU Butuh Kesejahteraan, PDIP NTB Resmi Calonkan Raden Nuna jadi Cabup KLU 2024 -->

Warga KLU Butuh Kesejahteraan, PDIP NTB Resmi Calonkan Raden Nuna jadi Cabup KLU 2024

Selasa, 13 Desember 2022, Selasa, Desember 13, 2022

 

FOTO. Ketua DPD PDIP NTB H. Rachmat Hidayat (tengah) saat bersama Raden Nuna Abriadi dan Bendahara DPD PDIP NTB Edy Sukmono (kiri).




MATARAM, BL - DPD PDIP Provinsi NTB, memutuskan bakal mengusung Anggota DPRD dapil Lobar-KLU, Raden Nuna Abriadi sebagai Calon Bupati (Cabup) KLU di Pemilu 2024. 


Pemilihan Nuna sebagai cabup diutarakan Ketua DPD PDIP NTB H. Rachmat Hidayat saat Aksi Kemanusiaan membantu rehab dan perbaiki rumah tidak layak huni ( Rutilahu ) kepada  29 KK di Desa Sokong dan Desa Medana, Kabupaten Lombok Utara (KLU), di kantor DPC PDIP setempat, Minggu (11/12) kemarin. 


Anggota DPR RI dapil Pulau Lombok itu, menegaskan, dukungannya mengusung Nuna Abriadi, lantaran kekesalannya atas ketidak-hadiran Dinas Sosial KLU dalam acara serah terima buku tabungan Bank Mandiri untuk program Rutilahu yang bersumber dari program Aspirasi Komisi 8. 


"Nah begini dah kalau kita tidak punya Bupati. Maka, Bismillah kita akan mencalonkan Raden Nuna Abriadi ( Anggota DPRD NTB dari PDIP ) sebagai Calon Bupati KLU 2024," tegas Rachmat. 


Menurut dia, jika Raden Nuna maju di Pilbup KLU 2024 ditakdirkan memenangi konstestasi, tentunya hal itu akan memudahkan PDIP dalam memajukan daerah.


"Yang utama, kehadiran kader PDIP memimpin itu, akan bisa menyejahterakan warga KLU menjadi lebih baik," ucap Rachmat. 



*SIAP DICALONKAN 


Sementara itu, Anggota DPRD NTB dapil Kabupaten Lombok Barat (Lobar)-Kabupaten Lombok Utara (KLU) Raden Nuna Abriadi bakal pensiun dari legislatif.


Ia tidak akan kembali mencalonkan diri di Pemilu legislatif (Pileg) 2024. Nuna mengaku akan fokus mempersiapkan diri dalam pencalonan Pilkada KLU 2024. “Saya tidak maju di Pileg lagi,” ujar Nuna beberapa hari lalu.


Ia mendaku, jika dicalonkan di Pilkada 2024, maka kader itu harus siap tidak dicalonkan lagi di Pileg 2024. Pileg dan Pilkada dengan jarak mepet itu, memaksa kader harus memilih apakah ikut bertarung di Pileg atau Pilkada. 


Jika kader sudah diplot bertarung di Pilkada oleh partai, maka kader itu harus siap tidak maju lagi di Pileg. “Tidak ada waktu untuk ikut Pileg. Kita fokus di Pilkada,” tegas Nuna. 


Lebih lanjut, Nuna memastikan akan tegak lurus dengan instruksi partai untuk maju Pilkada KLU. Sebagai kader tulen, apapun perintah partai pihaknya harus siap. Termasuk perintah partai agar dirinya memperluas pengabdian di eksekutif dengan menjadi kepala daerah.


Oleh karena itu, partai sudah memerintahkan dirinya agar mulai mempersiapkan diri di Pilkada KLU, yakni dengan mulai aktif sosialisasi dan menyampaikan niatan pencalonan di Pilkada KLU 2024, terutama kepada konstituen dan masyarakat luas. “Saya sejak dilantik, sudah menjadi kebiasaan sudah biasa turun bersama rakyat. Maka jika saya ditugasi oleh partai untuk sosialisasi pencalonan, tentunya tinggal melanjutkan yang sudah saya lakukan” jelasnya.


Namun yang jelas, lanjut Nuna, dirinya maju atau tidak di Pilkada, ia tetap rutin turun ke masyarakat, bertemu dengan berbagai kelompok masyarakat di KLU. Sehingga ia sangat memahami apa yang menjadi aspirasi masyarakat Gumi Tioq Tata Tunaq itu.


Selain sosialisasi ke masyarakat, tentunya perangkat kepartaian di KLU juga akan diperkuat dari level kabupaten hingga ke level pengurus tingkat desa dan dusun. Sehingga diharapkan, mesin partai bisa bergerak efektif dan maksimal bagi pemenangan di Pileg dan Pilkada 2024. “Ini akan jadi ujung tombak kita,” tandas Raden Nuna Abriadi. (R/L..).

TerPopuler